Waspada! Gelombang Tinggi hingga 4 Meter pada 13-16 Desember

Waspada! Gelombang Tinggi hingga 4 Meter pada 13-16 Desember

Ilustrasi cuaca ekstrem (Foto: Dok)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 13–16 Desember 2025.

BMKG melaporkan Bibit Siklon 91S (8,4°LS 97,3°BT) di Samudera Hindia barat Lampung dan Bibit Siklon 93S (11,9°LS 116,7°BT) di Samudera Hindia selatan NTB memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.

Selain itu, BMKG melaporkan bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 4–20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari selatan hingga barat dengan kecepatan angin berkisar 6–30 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung,” tulis BMKG dalam keterangannya, Sabtu (13/12/2025).

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia barat Kep. Mentawai, Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudera Hindia barat Kep. Nias, Samudera Hindia selatan Banten, Samudera Hindia selatan Jawa Barat.

OTT Bupati Lampung Tengah, KPK Sita Uang Tunai dan Emas Batangan

OTT Bupati Lampung Tengah, KPK Sita Uang Tunai dan Emas Batangan

Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya/Okezone

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap lima orang di Kabupaten Lampung Tengah. KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai dan emas batangan dalam operasi senyap itu.

“Selain mengamankan lima orang, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk rupiah dan juga logam mulia dalam bentuk emas,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Kamis (11/12/2025).

Namun, Budi belum mengungkapkan berapa jumlah uang tunai dan emas yang diamankan. Budi menyebut rincian barang bukti itu akan diungkapkan dalam rilis media pada sore hari ini.

“Nanti kami akan menunjukan barang bukti dalam kegiatan tertangkap tangan ini,”ungkap Budi.

Budi menjelaskan lima orang yang ditangkap merupakan penyelenggara negara dan swasta. Dalam kesempatan ini, ia juga menyebut KPK telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka.

“Dalam 1×24 jam, sudah ditetapkan status hukum terhadap pihak-pihak yang kemarin diamankan,” tandasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan di wilayah Lampung Tengah pada Rabu (10/12/2025). Dalam operasi senyap tersebut, menangkap lima orang.

Dihukum 11 Tahun Bui, Hakim Djuyamto Ajukan Banding di Kasus Vonis Lepas CPO

Dihukum 11 Tahun Bui, Hakim Djuyamto Ajukan Banding di Kasus Vonis Lepas CPO

Hakim nonaktif Djuyamto

Hakim nonaktif, Djuyamto mengajukan banding atas vonis 11 tahun penjara terkait kasus dugaan suap vonis lepas atau onslag terhadap terdakwa korporasi dalam perkara Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO). 

“Benar, bahwa terdakwa atas nama Djuyamto telah mengajukan banding,” kata Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Sunoto, Selasa (9/12/2025).

Ia mengungkapkan, banding diajukan pada Senin 8 Desember 2025 kemarin. Diketahui, pembacaan surat putusan Djuyamto dilakukan pada Rabu 3 Desember 2025 di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dua hakim nonaktif lainnya, yakni Agam Syarief Baharudin dan Ali Muhtarom dijatuhkan vonis dalam sidang tersebut. Ketiga hakim itu masing-masing divonis 11 tahun penjara dan denda Rp500 juta. Mereka juga diwajibkan membayar uang pengganti.

“Menyatakan Terdakwa Djuyamto tersebut di atas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menerima suap yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif kesatu subsider,” kata Ketua Majelis Hakim, Effendi membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu 3 Desember 2025.

Berikut rincian putusan terhadap masing-masing terdakwa:

Prediksi Cuaca Minggu Kedua Desember: Hujan Guyur Jabodetabek 

Prediksi Cuaca Minggu Kedua Desember: Hujan Guyur Jabodetabek 

Prediksi Cuaca Minggu Kedua Desember: Hujan Guyur Jabodetabek 

Wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan dengan intensitas rendah hingga sedang pada 7-13 Desember 2025.

Hal itu berdasarkan prakiraan cuaca yang dilaporkan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diunggah dalam akun Instagram resminya, @infoBMKG.

Berikut rinciannya:

Minggu, 7 Desember 2025:

Hujan dengan Intensitas Ringan Berpotensi Terjadi di Wilayah

Jakarta Pusat Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kab. Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kab. Tangerang

Hujan dengan Intensitas sedang berpotensi terjadi di wilayah:

Kepulauan Seribu, Kabupaten, Bogor, Kota Bogor

Senin, 8 Desember 2025:

Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah:

Jakarta Pusat Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang

Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di wilayah:

Kepulauan Seribu, Kab. Bekasi, Kab, Bogor

Selasa, 9 Desember 2025:

Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah:

Jakarta Pusat Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, Kab. Bekasi Kota Bekasi, Kota Depok, Kab Bogor, Kota Bogor, Kota Tangerang Kota Tangerang Selatan, Kab. Tangerang

Rabu, 10 Desember 2025:

Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah:

Jakarta Pusat Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, Kab. Bekasi Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang. Kota Tangerang Selatan, Kab. Tangerang

Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di wilayah:

Kab. Bogor, Kota Bogor

Awal Mula Kemaluan Terduga Pemerkosa Dipotong, Mayatnya Diseret Keliling Kampung

Awal Mula Kemaluan Terduga Pemerkosa Dipotong, Mayatnya Diseret Keliling Kampung

Tangkapan layar warga menyeret pria terduga pelaku pemerkosaan di Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. (Dok. Istimewa)

Kemaluan seorang pria bernama Ali, terduga pelaku pemerkosaan dan penganiayaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipotong warga sebelum ia tewas dimassa. Setelah itu, mayat Ali diseret memakai motor keliling kampung.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Rabu (3/12) pagi. Warga mengaku sudah lama mencari Ali karena kerap meresahkan. Salah seorang warga, Enal (40), mengatakan Ali sempat mencuri di rumah warga bernama Dg Suriani.

“Hampir setiap malam warga dapat teror grasak grusuk tengah malam dan kejadian beberapa waktu malam yang lalu belum jam 11.00 malam, Ali sudah masuk mencuri di salah satu rumah rumah warga yang bernama Dg Suriani, dia mengambil laptop,” kata Enal, dilansir dari detikSulsel, Jumat (5/12/2025).

Kemaluan seorang pria bernama Ali, terduga pelaku pemerkosaan dan penganiayaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipotong warga sebelum ia tewas dimassa. Setelah itu, mayat Ali diseret memakai motor keliling kampung.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Rabu (3/12) pagi. Warga mengaku sudah lama mencari Ali karena kerap meresahkan. Salah seorang warga, Enal (40), mengatakan Ali sempat mencuri di rumah warga bernama Dg Suriani.

“Hampir setiap malam warga dapat teror grasak grusuk tengah malam dan kejadian beberapa waktu malam yang lalu belum jam 11.00 malam, Ali sudah masuk mencuri di salah satu rumah rumah warga yang bernama Dg Suriani, dia mengambil laptop,” kata Enal, dilansir dari detikSulsel, Jumat (5/12/2025).

Sidang Sengketa Ijazah Jokowi, Ahli: Informasi Pejabat Publik Tak Bisa Dirahasiakan

Sidang Sengketa Ijazah Jokowi, Ahli: Informasi Pejabat Publik Tak Bisa Dirahasiakan

Mantan Ketua Komisi Informasi DKI Jakarta Yulianto Widirahardjo

Mantan Ketua Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta, Yulianto Widirahardjo, menegaskan bahwa data pribadi pada prinsipnya memang dilindungi. Namun perlindungan tersebut dapat berkurang ketika seseorang mencalonkan diri atau menduduki jabatan publik.

Hal itu disampaikan Yulianto saat hadir sebagai ahli dalam sidang sengketa informasi terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Komisi Informasi DKI Jakarta pada Rabu (3/12/2025). Sengketa ini diajukan oleh Pengamat Kebijakan Publik, Bonatua Silalahi, dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai termohon.

“Khusus mengenai perlindungan data pribadi, informasi yang dikecualikan itu akan tereduksi manakala orang tersebut sedang menginjak atau berkontestasi pada jabatan publik,” ujar Yulianto.

Ia menjelaskan, bahwa ketentuan tersebut diatur jelas dalam Pasal 18 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Menurutnya, undang-undang tersebut menegaskan bahwa data pribadi seseorang yang menduduki jabatan publik merupakan informasi yang dapat diakses publik.

“Di situ sangat jelas dijelaskan bahwa, baik yang telah maupun yang sedang mendapat jabatan publik, maka segala atribusi itu menjadi milik publik,” tegasnya.

Ancaman Rob Mengintai Libur Nataru, BMKG Minta Pesisir Jawa Siaga Penuh

Ancaman Rob Mengintai Libur Nataru, BMKG Minta Pesisir Jawa Siaga Penuh

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani (foto: dok BMKG)

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi kenaikan muka air laut, yang dapat memicu banjir rob di sejumlah titik pesisir utama Pulau Jawa menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, bahwa fenomena rob tersebut berkaitan dengan fase peredaran bulan.

“Jadi ada fase perigee dan bulan purnama pada 4 Desember, selanjutnya bulan baru pada 20 Desember. Sehingga ada kemungkinan terjadinya kenaikan muka air laut yang menyebabkan banjir rob,” kata Faisal dalam rapat koordinasi bersama Kemendagri di Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025)

Faisal menyebut, kekhawatiran meningkat karena potensi rob dapat diperparah oleh hujan ekstrem dari sisi daratan, yang membuat aliran air menuju laut terhambat.

Kondisi ini, menurutnya, dapat memunculkan genangan luas di wilayah pesisir. Ia meminta warga Pantai Utara Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat bersiap menghadapi risiko tersebut.

“Untuk 29 November hingga 3 Desember ini, rob terjadi di beberapa tempat. Rob diprediksi terjadi di Pantai Utara Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat. Ini mohon menjadi perhatian terkait ancaman banjir rob pada periode mendekati Nataru,” ujarnya.

Prabowo Optimistis terhadap Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Prabowo Optimistis terhadap Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Presiden Prabowo Subianto

 Presiden Prabowo Subianto optimistis terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah situasi global yang masih dipenuhi ketidakpastian.

Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) Grha Bhasvara Icchana, Kompleks Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Prabowo menyoroti situasi dunia yang tengah dilanda perang dagang, persaingan hegemoni, hingga ketegangan geopolitik. Meskipun ada tanda-tanda positif bahwa konflik besar mulai mereda, ketidakpastian tetap muncul di berbagai kawasan.

Namun, di tengah dinamika tersebut, kondisi ekonomi Indonesia dinilai tetap stabil dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat serta pelaku usaha.

“Memberi pada kita gambaran kondisi ekonomi Indonesia yang sesungguhnya cukup menjanjikan, cukup menenangkan kita di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian. Jadi di tengah ini semua, kondisi perekonomian kita yang tadi dipresentasikan oleh Menteri Koordinator Ekonomi dan Gubernur BI, saya kira cukup memberi suatu rasa optimisme bagi kita sekalian,” ujar Prabowo.

Pakar Sebut Kasus Kerry Riza Butuh Penegakan Hukum Tegas, Bukan Perang Opini

Pakar Sebut Kasus Kerry Riza Butuh Penegakan Hukum Tegas, Bukan Perang Opini

Terdakwa Muhammad Kerry Adrianto Riza

Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Muhammad Kerry Adrianto Riza, menyanggah keterlibatan ayahnya, Riza Chalid, dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah. Menurutnya, kerja sama pihaknya dengan PT Pertamina merupakan usahanya secara pribadi.

Menanggapi hal tersebut, pakar Hukum Tata Negara Universitas Tarumanagara (Untar), Hery Firmansyah, menilai manuver komunikasi yang dilakukan Kerry menunjukkan pola yang mirip dengan strategi mantan Dirut PT ASDP Ira Puspadewi, dan mantan Mendag Thomas Lembong, yang berupaya menempatkan diri sebagai korban ketika berhadapan dengan proses hukum.

“Bisa saja dia ingin membangun opini seperti itu. Hal semacam ini memang kerap terjadi untuk mendapatkan simpati atau pengampunan publik. Tetapi biar masyarakat yang menilai,” ujar Hery di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Beberapa pernyataan Kerry, termasuk melalui surat dari balik tahanan, dinilai menonjolkan kesan bahwa dirinya diperlakukan layaknya musuh negara: ditahan tanpa prosedur, diframing sebagai pelaku kejahatan besar, hingga keluarganya terkena stigma.

Kerry juga membantah tuduhan adanya kerugian negara, menyebut angka yang beredar sebagai fitnah, serta mengeklaim bisnisnya justru memberi keuntungan bagi negara. Narasi ini dinilai digunakan untuk menggeser sorotan publik dari substansi perkara menjadi citra bahwa dirinya sedang diperlakukan tidak adil.

KPK Kejar Jejak Uang TPPU Rita Widyasari, Banyak Nama Muncul!

KPK Kejar Jejak Uang TPPU Rita Widyasari, Banyak Nama Muncul!

Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan banyak pihak yang menerima aliran dana, terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) eks Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari (RW).

Dalam perkara ini, KPK menduga Rita menerima uang terkait izin eksplorasi metrik ton batu bara saat menjabat sebagai Bupati Kukar.

“Terkait RW ini juga sedang berjalan untuk TPPU-nya. Itu memang karena terkait dengan metric ton, banyak sekali pihak yang menerima aliran dana dari saudari RW ini,” kata Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, kepada wartawan, Selasa (25/11/2025).

Kendati demikian, Asep tidak menjelaskan secara rinci siapa saja pihak-pihak yang dimaksud.

“Kami terus melacaknya,” ujarnya.