Dua orang yang terjaring OTT di Kalsel tiba di KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap enam orang terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Kalimantan Selatan, Kamis 18 Desember 2025. KPK menyebut kasus ini berkaitan dengan pemerasan.
“(Perkara OTT Kalimantan Selatan) Dugaan awalnya adalah tindak pemerasan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Jumat (19/12/2025)
Selain berhasil menangkap pihak-pihak terduga pelaku, KPK juga berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai. Menurut Budi, penyidik menyita uang tunai dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.
“Selain itu, tim juga mengamankan barang bukti sejumlah uang tunai ratusan juta rupiah,” sambungnya.
Sebagai informasi, KPK kembali melakukan OTT. Setelah di Banten dan Kabupaten Bekasi, lembaga antirasuah menggelar operasi senyap di Kalsel pada Kamis 18 Desember 2025.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons perihal warga korban banjir Aceh yang ramai mengibarkan bendera putih. Dia menegaskan akan mengecek mengenai aksi dari warga Aceh tersebut.
1. Mendagri Cek
“Saya belum tahu, saya cek dulu,” kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Rabu (17/12/2025).
Diketahui, masyarakat di sejumlah wilayah Aceh mulai mengibarkan bendera putih setelah tiga pekan dilanda banjir bandang dan longsor. Aksi ini dinilai sebagai bentuk keputusasaan warga terhadap penanganan bencana yang dianggap belum memadai.
Bendera putih terlihat dipasang di sejumlah titik strategis, seperti jembatan dan pinggir jalan di wilayah Aceh Tamiang dan Kota Langsa. Pemandangan tersebut menjadi simbol protes sekaligus jeritan warga yang terdampak bencana berkepanjangan.
Warga menyatakan pengibaran bendera putih merupakan simbol penyerahan diri karena merasa tidak berdaya menghadapi kondisi banjir yang belum tertangani secara optimal. Bencana yang terus berulang telah mengganggu aktivitas, merusak rumah, serta memukul perekonomian masyarakat setempat.
Aksi pemasangan bendera putih ini dilakukan secara kolektif dengan harapan dapat menarik perhatian pemerintah pusat agar segera turun tangan dan memberikan penanganan yang lebih serius bagi wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh.
“350 kios jumlanya yang ada di gedung C2. Semuanya (dagang) buah. Buah semuanya yang ada di gedung C2 ini,” ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal.
Ia menjelaskan, kebakaran sudah dapat dipadamkan. Namun, ada satu titik yang menjadi konsentrasi petugas pemadam kebakaran lantaran api kerap menyala jika ada gas elpiji dan sejumlah bahan kimia.
“Dari 350 itu pada keseluruhan pada umumnya 98 persen sudah bisa dipadamkan. Hanya titik yang saat ini di belakang saya yang harus menggunakan foam yang tentunya ada zat kimia yang perlu kita kaji, kita dalami lagi,” jelas dia.
Alfian belum bisa memastikan penyebab kebakaran ini. Ia menyebut Puslabfor Polri akan segera ke lokasi dan menyelidiki penyebab kebakaran setelah pemadaman selesai.
BMKG melaporkan Bibit Siklon 91S (8,4°LS 97,3°BT) di Samudera Hindia barat Lampung dan Bibit Siklon 93S (11,9°LS 116,7°BT) di Samudera Hindia selatan NTB memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.
Selain itu, BMKG melaporkan bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 4–20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari selatan hingga barat dengan kecepatan angin berkisar 6–30 knot.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung,” tulis BMKG dalam keterangannya, Sabtu (13/12/2025).
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia barat Kep. Mentawai, Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudera Hindia barat Kep. Nias, Samudera Hindia selatan Banten, Samudera Hindia selatan Jawa Barat.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap lima orang di Kabupaten Lampung Tengah. KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai dan emas batangan dalam operasi senyap itu.
“Selain mengamankan lima orang, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk rupiah dan juga logam mulia dalam bentuk emas,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Kamis (11/12/2025).
Namun, Budi belum mengungkapkan berapa jumlah uang tunai dan emas yang diamankan. Budi menyebut rincian barang bukti itu akan diungkapkan dalam rilis media pada sore hari ini.
“Nanti kami akan menunjukan barang bukti dalam kegiatan tertangkap tangan ini,”ungkap Budi.
Budi menjelaskan lima orang yang ditangkap merupakan penyelenggara negara dan swasta. Dalam kesempatan ini, ia juga menyebut KPK telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka.
“Dalam 1×24 jam, sudah ditetapkan status hukum terhadap pihak-pihak yang kemarin diamankan,” tandasnya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan di wilayah Lampung Tengah pada Rabu (10/12/2025). Dalam operasi senyap tersebut, menangkap lima orang.
Hakim nonaktif, Djuyamto mengajukan banding atas vonis 11 tahun penjara terkait kasus dugaan suap vonis lepas atau onslag terhadap terdakwa korporasi dalam perkara Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO).
“Benar, bahwa terdakwa atas nama Djuyamto telah mengajukan banding,” kata Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Sunoto, Selasa (9/12/2025).
Ia mengungkapkan, banding diajukan pada Senin 8 Desember 2025 kemarin. Diketahui, pembacaan surat putusan Djuyamto dilakukan pada Rabu 3 Desember 2025 di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dua hakim nonaktif lainnya, yakni Agam Syarief Baharudin dan Ali Muhtarom dijatuhkan vonis dalam sidang tersebut. Ketiga hakim itu masing-masing divonis 11 tahun penjara dan denda Rp500 juta. Mereka juga diwajibkan membayar uang pengganti.
“Menyatakan Terdakwa Djuyamto tersebut di atas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menerima suap yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif kesatu subsider,” kata Ketua Majelis Hakim, Effendi membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu 3 Desember 2025.
Berikut rincian putusan terhadap masing-masing terdakwa:
Hal itu berdasarkan prakiraan cuaca yang dilaporkan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diunggah dalam akun Instagram resminya, @infoBMKG.
Berikut rinciannya:
Minggu, 7 Desember 2025:
Hujan dengan Intensitas Ringan Berpotensi Terjadi di Wilayah
Jakarta Pusat Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kab. Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kab. Tangerang
Hujan dengan Intensitas sedang berpotensi terjadi di wilayah:
Kepulauan Seribu, Kabupaten, Bogor, Kota Bogor
Senin, 8 Desember 2025:
Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah:
Jakarta Pusat Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang
Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di wilayah:
Kepulauan Seribu, Kab. Bekasi, Kab, Bogor
Selasa, 9 Desember 2025:
Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah:
Jakarta Pusat Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, Kab. Bekasi Kota Bekasi, Kota Depok, Kab Bogor, Kota Bogor, Kota Tangerang Kota Tangerang Selatan, Kab. Tangerang
Rabu, 10 Desember 2025:
Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah:
Jakarta Pusat Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, Kab. Bekasi Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang. Kota Tangerang Selatan, Kab. Tangerang
Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di wilayah:
Tangkapan layar warga menyeret pria terduga pelaku pemerkosaan di Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. (Dok. Istimewa)
Kemaluan seorang pria bernama Ali, terduga pelaku pemerkosaan dan penganiayaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipotong warga sebelum ia tewas dimassa. Setelah itu, mayat Ali diseret memakai motor keliling kampung. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Rabu (3/12) pagi. Warga mengaku sudah lama mencari Ali karena kerap meresahkan. Salah seorang warga, Enal (40), mengatakan Ali sempat mencuri di rumah warga bernama Dg Suriani.
“Hampir setiap malam warga dapat teror grasak grusuk tengah malam dan kejadian beberapa waktu malam yang lalu belum jam 11.00 malam, Ali sudah masuk mencuri di salah satu rumah rumah warga yang bernama Dg Suriani, dia mengambil laptop,” kata Enal, dilansir dari detikSulsel, Jumat (5/12/2025).
Kemaluan seorang pria bernama Ali, terduga pelaku pemerkosaan dan penganiayaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipotong warga sebelum ia tewas dimassa. Setelah itu, mayat Ali diseret memakai motor keliling kampung. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Rabu (3/12) pagi. Warga mengaku sudah lama mencari Ali karena kerap meresahkan. Salah seorang warga, Enal (40), mengatakan Ali sempat mencuri di rumah warga bernama Dg Suriani.
“Hampir setiap malam warga dapat teror grasak grusuk tengah malam dan kejadian beberapa waktu malam yang lalu belum jam 11.00 malam, Ali sudah masuk mencuri di salah satu rumah rumah warga yang bernama Dg Suriani, dia mengambil laptop,” kata Enal, dilansir dari detikSulsel, Jumat (5/12/2025).
Hal itu disampaikan Yulianto saat hadir sebagai ahli dalam sidang sengketa informasi terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Komisi Informasi DKI Jakarta pada Rabu (3/12/2025). Sengketa ini diajukan oleh Pengamat Kebijakan Publik, Bonatua Silalahi, dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai termohon.
“Khusus mengenai perlindungan data pribadi, informasi yang dikecualikan itu akan tereduksi manakala orang tersebut sedang menginjak atau berkontestasi pada jabatan publik,” ujar Yulianto.
Ia menjelaskan, bahwa ketentuan tersebut diatur jelas dalam Pasal 18 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Menurutnya, undang-undang tersebut menegaskan bahwa data pribadi seseorang yang menduduki jabatan publik merupakan informasi yang dapat diakses publik.
“Di situ sangat jelas dijelaskan bahwa, baik yang telah maupun yang sedang mendapat jabatan publik, maka segala atribusi itu menjadi milik publik,” tegasnya.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, bahwa fenomena rob tersebut berkaitan dengan fase peredaran bulan.
“Jadi ada fase perigee dan bulan purnama pada 4 Desember, selanjutnya bulan baru pada 20 Desember. Sehingga ada kemungkinan terjadinya kenaikan muka air laut yang menyebabkan banjir rob,” kata Faisal dalam rapat koordinasi bersama Kemendagri di Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025)
Faisal menyebut, kekhawatiran meningkat karena potensi rob dapat diperparah oleh hujan ekstrem dari sisi daratan, yang membuat aliran air menuju laut terhambat.
Kondisi ini, menurutnya, dapat memunculkan genangan luas di wilayah pesisir. Ia meminta warga Pantai Utara Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat bersiap menghadapi risiko tersebut.
“Untuk 29 November hingga 3 Desember ini, rob terjadi di beberapa tempat. Rob diprediksi terjadi di Pantai Utara Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat. Ini mohon menjadi perhatian terkait ancaman banjir rob pada periode mendekati Nataru,” ujarnya.